Dirgahayu Indonesia, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

- Administrator

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lenteranews.id  – 21 Juli 2026 – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kian menarik minat para investor multinasional. Investasi hijau ini dinilai sangat menjanjikan bagi pasar privat berkat adanya kepastian skema kontrak jual-beli listrik (_Power Purchase Agreement_/PPA) bersama PT PLN (Persero) berdurasi 30 tahun.

Merespons tingginya minat pasar terhadap kontrak jangka panjang tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat lewat penyederhanaan regulasi pembangunan proyek PSEL guna mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan, sekaligus memberikan kepastian ruang berusaha yang kondusif bagi para investor.

“Tugas saya cuma satu, regulasi diperbaiki. Dari ratusan tinggal tiga aturan. Kalau ada hambatan, saya tinggal undang. Kalau masih tidak bisa saya atasi, saya lapor. Presiden yang memimpin,” ujar Zulkifli dalam acara ‘Waste to Energy Talks 2026’ di Jakarta, Kamis (16/7).

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat memaparkan bahwa reduksi emisi dari tata kelola sampah ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar melalui pasar perdagangan karbon nasional. Jumhur menjelaskan, keberhasilan daerah dalam menekan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah akan dikonversi menjadi komoditas bernilai tinggi yang diakui secara legal oleh negara.

“Begitu Bapak mengurangi emisi 20 juta ton, ya mungkin Rp100 miliar – Rp150 miliar bisa dapat karena dijual di pasar karbon. Saya telah berhasil mengurangi emisi sekian juta atau sekian giga ton ekuivalen CO2, maka dijual ke pasar karbon. Nanti, dari KLHK akan dapat Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia dan itu dijual di pasar karbon,” tutur Jumhur.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir membeberkan tingginya antusiasme pasar terhadap proyek ini. Sebagai proyek pengelolaan sampah menjadi energi terbesar di dunia, PSEL disebut menarik minat besar dari berbagai institusi finansial dan investor global yang berlomba-lomba untuk menanamkan modal.

Baca Juga:  PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Digital Andal dalam Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Jawa Timur

“Alhamdulillah banyak sekali _interest_ baik dari luar negeri dan juga dari dalam negeri, dan ini malah banyak juga nonbank himbara yang ingin masuk. Artinya kan semua partisipan semangat masuk ke proyek ini. Jadi, proyek ini secara akumulatif memang proyek _waste to energy_ terbesar di dunia, makanya untuk orang yang berpartisipasi _investment_ semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini. Jadi, ya _alhamdulillah_ antusiasmenya amat tinggi,” ujar Pandu.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar menilai bahwa hadirnya program yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 ini menjadi angin segar bagi ekosistem ketenagalistrikan dan pengelolaan lingkungan di tanah air. Suroso mengatakan bahwa pihaknya siap menyerap daya listrik yang diproduksi oleh para mitra guna memperkuat portofolio sumber energi primer secara optimal.

“Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai _offtaker_. Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki _Power Purchase Agreement_ (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik,” tegas Suroso.

Ke depan, proyek PSEL yang kini jadi rebutan investasi ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi solusi dalam mengatasi status darurat sampah di berbagai daerah, melainkan juga langkah taktis dalam mempercepat transisi energi baru terbarukan (EBT) milik PLN demi mengejar target _Net Zero Emissions_ (NZE) pada tahun 2060.

“Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap,” pungkas Suroso. (@dex)

Follow WhatsApp Channel lenteranews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Breaking News

Hari Statistik Nasional 2026 dan Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data
Hari Pelanggan Nasional 2026, ICONNET Jatim Hadir Lebih Dekat di Cluster Jabon
Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026
Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026
Antusiasme Tinggi Pengunjung Warnai Kehadiran PLN Icon Plus di Electricity Connect 2026
Srikandi PLN Icon Plus Jatim Bersama Warga Jaga Lingkungan Pesisir Kampung Nelayan Kalibuntu
PLN Icon Plus Jatim dan PLN Komplek Ketintang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat
PLN Icon Plus Jatim Dorong Kampung Nelayan Kalibuntu Go Digital, Perkuat Konektivitas dan Kepedulian Pesisir
Berita ini 6 kali dibaca

Breaking News

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Statistik Nasional 2026 dan Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, ICONNET Jatim Hadir Lebih Dekat di Cluster Jabon

Senin, 28 September 2026 - 14:44 WIB

Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026

Senin, 28 September 2026 - 11:21 WIB

Antusiasme Tinggi Pengunjung Warnai Kehadiran PLN Icon Plus di Electricity Connect 2026

Jumat, 25 September 2026 - 11:26 WIB

Srikandi PLN Icon Plus Jatim Bersama Warga Jaga Lingkungan Pesisir Kampung Nelayan Kalibuntu

Hot News

Internasional

Dari Surabaya, Kenzo Tantang Dunia

Selasa, 6 Okt 2026 - 05:07 WIB