Sambut Hari Pelanggan Nasional, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

- Administrator

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,14 Agustus 2026 – PT PLN (Persero) mencatat sekitar 9,2 gigawatt (GW) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) telah memasuki berbagai tahapan eksekusi hingga Juli 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 79 persen dari total 11,7 GW kapasitas yang direncanakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Dari 9,2 GW tersebut, sebanyak 410 MW telah masuk tahap kajian kelayakan, sebanyak 6,8 GW di tahap pengadaan, sebanyak 1,4 GW di tahap konstruksi, dan sebanyak 570 MW telah memasuki tahap pengoperasian.

Secara keseluruhan, pengembangan 11,7 GW PLTA dan PLTM akan direalisasikan melalui 315 proyek yang dikembangkan PLN bersama _Independent Power Producer_ (IPP). Dengan karakteristik proyek yang beragam, percepatan pengembangan membutuhkan sinergi sejak tahap penyiapan hingga pelaksanaan proyek.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Suroso Isnandar, menilai bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pengembangan _hydropower_ sebagai salah satu pilar utama ketahanan energi dan transisi energi Indonesia.

“PLN tidak sendirian dalam menjalankan amanah ini. Kolaborasi adalah kunci untuk bisa menyukseskan program ini. Pemerintah, PLN, IPP, dan termasuk lembaga lain, termasuk Masyarakat Energi Baru Terbarukan (METI), kita memerlukan sinergi yang kuat, komitmen yang kuat, dan kontribusi yang aktif dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Suroso pada agenda Indonesia Hydropower Summit 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (5/8), di PLN Kantor Pusat, Jakarta.

Selain 11,7 GW PLTA dan PLTM, pengembangan pembangkit berbasis hidro dalam RUPTL 2025-2034 juga mencakup _pumped storage_ dengan total kapasitas sekitar 4,3 GW. Teknologi _pumped storage_ memungkinkan energi disimpan saat pasokan listrik berlebih dan dimanfaatkan kembali ketika kebutuhan meningkat, sehingga membantu menjaga fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan.

Baca Juga:  Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Dorong Gaya Hidup Listrik Lewat 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH

Suroso menjelaskan bahwa PLN juga tengah mengembangkan sejumlah proyek _pumped storage hydropower_ untuk memperkuat fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan berbasis EBT, antara lain Upper Cisokan Pumped Storage berkapasitas 1.040 MW, Sumatera Utara Pumped Storage berkapasitas 500 MW, Matenggeng Pumped Storage berkapasitas 943 MW, Grindulu Pumped Storage berkapasitas 1.000 MW, serta Jatiluhur Pumped Storage berkapasitas 760 MW yang dikembangkan oleh IPP.

Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan _hydropower_ di Indonesia saat ini bukan lagi terletak pada identifikasi potensi, melainkan bagaimana mengakselerasi potensi tersebut menjadi proyek yang siap dieksekusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Proyek _hydropower_ memang memiliki masa pengembangan dan konstruksi yang panjang, tapi nilainya sangat luar biasa untuk berkembang. Karena itu percepatan _hydropower_ tidak dapat dilakukan secara parsial, percepatan harus dilaksanakan secara _end-to-end_ dan tahap perencanaan hingga operasi harus terukur. Untuk itu yang perlu kita lakukan pertama adalah memastikan prioritas kesiapan proyek,” tutur Ali.

Sejalan dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Ketua Umum METI, Norman Ginting, mengatakan pengembangan _hydropower_ membutuhkan proyek yang _bankable_ serta didukung kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar dapat menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan pusat data, kendaraan listrik, hilirisasi mineral, dan industri hijau, _hydropower_ menjadi fondasi penting untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal sekaligus rendah emisi. METI mendorong agar kolaborasi lintas pemangku kepentingan tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan menghasilkan _pipeline_ proyek yang siap didanai, dibangun, dan beroperasi secara komersial,” tutup Norman. (@dex)

Follow WhatsApp Channel lenteranews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Breaking News

Hari Statistik Nasional 2026 dan Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data
Hari Pelanggan Nasional 2026, ICONNET Jatim Hadir Lebih Dekat di Cluster Jabon
Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026
Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026
Antusiasme Tinggi Pengunjung Warnai Kehadiran PLN Icon Plus di Electricity Connect 2026
Srikandi PLN Icon Plus Jatim Bersama Warga Jaga Lingkungan Pesisir Kampung Nelayan Kalibuntu
PLN Icon Plus Jatim dan PLN Komplek Ketintang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat
PLN Icon Plus Jatim Dorong Kampung Nelayan Kalibuntu Go Digital, Perkuat Konektivitas dan Kepedulian Pesisir
Berita ini 6 kali dibaca

Breaking News

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Statistik Nasional 2026 dan Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, ICONNET Jatim Hadir Lebih Dekat di Cluster Jabon

Senin, 28 September 2026 - 14:44 WIB

Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026

Senin, 28 September 2026 - 11:21 WIB

Antusiasme Tinggi Pengunjung Warnai Kehadiran PLN Icon Plus di Electricity Connect 2026

Jumat, 25 September 2026 - 11:26 WIB

Srikandi PLN Icon Plus Jatim Bersama Warga Jaga Lingkungan Pesisir Kampung Nelayan Kalibuntu

Hot News

Internasional

Dari Surabaya, Kenzo Tantang Dunia

Selasa, 6 Okt 2026 - 05:07 WIB