Diduga Oknum Securiti Rumah Sakit Graha Sehat Medika Kota Pasuruan Memperlakukan Lansia Dengan Kurang Baik.
Pasuruan, lenteranews.id
Perlakuan semena-mena oleh oknum petugas keamanan terhadap seorang pengunjung lansia menjadi sorotan publik. Bermula pada Rabu (26/8/26), kejadian ini memicu kritik keras terkait minimnya standar pelayanan humanis fasilitas kesehatan serta lemahnya respons manajemen rumah sakit dalam menangani keluhan masyarakat.
Kronologi kejadian dengan maksud membesuk berujung intimidasi dari petugas keamanan, peristiwa ini dialami oleh orang tua dari seorang pasien berinisial L yang dirawat di RS Graha Sehat Medika.
Sang ibu yang sudah berlanjut usia datang dari tempat jauh dengan tujuan menjenguk anaknya. Namun, saat kendaraan yang ditumpangi berhenti sebentar di area yang dianggap melanggar aturan parkir, dua oknum petugas keamanan bernama Samsul Arifin dan Islahudin merespons situasi tersebut secara berlebihan.
Bukan memberikan arahan atau petunjuk lokasi parkir yang benar secara santun, kedua petugas tersebut justru menegur lansia itu dengan nada tinggi dan membentak. L selaku pihak keluarga menyatakan kekecewaannya atas sikap arogan para petugas penertiban tersebut.
“Jika memang ada kekeliruan posisi parkir, seharusnya disampaikan secara sopan dan baik-baik. Orang tua saya sudah sepuh dan datang jauh-jauh hanya untuk menjenguk. Tidak ada alasan untuk menegur mereka dengan membentak-bentak,” tegas L.
Ketegangan makin memuncak ketika salah satu petugas keamanan diduga mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan membawa-bawa nama “beking Mabes Polri” saat berinteraksi dengan keluarga pasien. Kenapa harus menyeret instansi yang sepatutnya menjadi penegak hukum di Indonesia.
Intinya perlunya komunikasi humanis di Fasilitas Kesehatan
Rumah sakit merupakan lingkungan yang sarat dengan tekanan emosional, baik bagi pasien maupun keluarga yang sedang mendampingi proses penyembuhan. Pasien dan keluarga butuh kenyamanan agar segera pulih dari segala penyakit yang diderita, untuk mendukung hal tersebut mengorbankan harta benda juga waktu. Namun tidaklah sepadan jika malah mendapatkan pelayanan yang kurang baik dari salah satu karyawannya.
Oleh karena itu, seluruh elemen staf—mulai dari tenaga medis hingga personel keamanan (security)—dituntut memiliki standar etika komunikasi yang mengedepankan empati, kesabaran, dan pendekatan persuasif, khususnya terhadap kelompok rentan seperti lansia.
Tindakan represif dan pengagulan kekuasaan oleh personel garda terdepan tidak hanya mencoreng citra institusi kesehatan, tetapi juga berpotensi menambah beban psikologis bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
Respons manajemen Rumah Sakiy Graha Sehat Medika yang Dinilai Pasif turut disayangkan oleh pihak keluarga dan masyarakat adalah respons manajemen RS Graha Sehat Medika dalam menyelesaikan polemik ini. Pihak manajemen hanya memfasilitasi pertemuan tingkat bawah bersama perwakilan Aliansi Madura Indonesia (AMI), tanpa menghadirkan pimpinan tertinggi yang berwenang mengambil keputusan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau ketegasan mengenai sanksi dan tindakan disipliner yang akan dijatuhkan kepada oknum petugas keamanan bersangkutan. Ketidakjelasan tindak lanjut ini memicu kekecewaan yang lebih mendalam terkait komitmen RS Graha Sehat Medika dalam menjaga mutu pelayanan dan kepuasan pengguna jasa medis.
Kini L sekarang masih dalam perawatan medis di RS R. Soedarsono Kota Pasuruan karena L sampai kepikiran dan kena bentak Oknum security sampai sakit sangking sampai ketakutan pihak Orsosing Satpam kini belum ada keputusan sama pihak RS GSM.










