Sambut Idul Adha, PLN Bagikan Tips Menghitung Pembayaran Listrik dan Mengatur Pola Pemakaian

- Administrator

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lenteranews.id  – 15 Mei 2026- PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi pembayaran listrik, sehingga masyarakat dapat mengelola penggunaan listrik secara lebih bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan sehari-hari.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa jumlah pembayaran listrik pelanggan dapat berbeda pada tiap periode maupun transaksi karena dipengaruhi oleh tingkat pemakaian energi listrik dan sejumlah komponen biaya yang berlaku sesuai ketentuan di masing-masing wilayah.

“PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius.

Ia menambahkan, tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Karena itu, apabila terdapat perbedaan jumlah pembayaran, hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik maupun komponen biaya lainnya.

Pada layanan pascabayar, total tagihan listrik dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi listrik (kWh) yang tercatat pada meter pelanggan, kemudian ditambah komponen lain seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya berbeda di tiap daerah, materai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk golongan tertentu.

Sementara pada layanan prabayar, nominal token listrik yang dibeli pelanggan tidak seluruhnya langsung dikonversi menjadi energi listrik. Sebagian terlebih dahulu dialokasikan untuk pembayaran PPJ sesuai ketentuan pemerintah daerah, kemudian sisanya dikonversi menjadi jumlah kWh yang dapat digunakan pelanggan.

Baca Juga:  Meneladani Semangat pada Hari Kartini, Srikandi PLN UIP JBTB Menembus Batas dalam Membangun Infrastruktur Ketenagalistrikan

Sebagai ilustrasi, pelanggan daya 2.200 VA yang membeli token listrik senilai Rp200.000 akan dikenakan PPJ Jakarta 2,4 persen sehingga nilai yang dikonversi menjadi listrik Rp195.200. Dengan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akan memperoleh 135 kWh energi listrik.

Pada sistem pascabayar, perhitungannya juga tetap mengacu pada jumlah pemakaian energi listrik. Artinya, apabila penggunaan listrik pelanggan berada di 135 kWh, maka total tagihan yang dibayarkan juga akan sama setelah ditambahkan komponen PPJ sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelanggan kini dapat memantau histori penggunaan listrik dan riwayat pembelian token secara lebih mudah melalui aplikasi PLN Mobile. Selain itu, pelanggan pascabayar juga dapat memanfaatkan fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) untuk melakukan pencatatan angka meter secara mandiri sebagai bentuk kontrol terhadap pemakaian listrik bulanan.

Melalui fitur Swacam di PLN Mobile, pelanggan pascabayar dapat melakukan pencatatan angka stand meter dengan membuka menu Swacam, memilih ID Pelanggan, mengambil foto angka stand meter pada kWh meter, lalu mengirimkan hasil pencatatan melalui aplikasi sesuai periode yang ditentukan. Fitur ini membantu pelanggan memantau kesesuaian pemakaian listrik secara lebih transparan.

“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap pola konsumsi dan komponen pembayaran listrik, pelanggan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai kebutuhan sehari-hari,” tutup Gregorius. (@dex)

Follow WhatsApp Channel lenteranews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Breaking News

Kasat Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Turut Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit Bhayangkara
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat sebagai Capaian PLN
Pudjiono Sutikno Cari Keadilan Terkait Laporan Dugaan Pemalsuan Hingga Pertanyakan Aspek Pidana Telah Dikaitkan Dengan Perkara Perdata
Prestasi PLN UIP JBTB dalam Peringatan Hari Bumi, PLN UIP JBTB Hijaukan Pesisir Gresik Lewat Penanaman 20.000 Bibit Mangrove
Dewan Komisaris PLN Tinjau Proyek GITET 500 kV Bangil, Dorong Penyelesaian Tepat Waktu untuk Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan Jamali sebagai Kinerja PLN
Berdayakan Perempuan Papring, PLN UIP JBTB Genjot Daya Saing Batik Kalipuro Banyuwangi Lewat Digital Marketing dan HAKI
Heboh, Jenderal : Satpas Colombo Surabaya Diduga Liar Dikuasai Calo dan Permainan Orang Dalam
Aipda Sigit Hellboy Bentuk Pilar Utama Berantas Kejahatan Demi Menjaga Keamanan di Jawa Timur
Berita ini 6 kali dibaca

Breaking News

Senin, 6 Juli 2026 - 06:11 WIB

Kasat Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Turut Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit Bhayangkara

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:55 WIB

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat sebagai Capaian PLN

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:21 WIB

Pudjiono Sutikno Cari Keadilan Terkait Laporan Dugaan Pemalsuan Hingga Pertanyakan Aspek Pidana Telah Dikaitkan Dengan Perkara Perdata

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:35 WIB

Prestasi PLN UIP JBTB dalam Peringatan Hari Bumi, PLN UIP JBTB Hijaukan Pesisir Gresik Lewat Penanaman 20.000 Bibit Mangrove

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:24 WIB

Dewan Komisaris PLN Tinjau Proyek GITET 500 kV Bangil, Dorong Penyelesaian Tepat Waktu untuk Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan Jamali sebagai Kinerja PLN

Hot News