Ratusan Juta Dana Desa Sidomlangean Jadi Sorotan, Dugaan Tak Sesuai Realita

- Publisher

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LenteraNews.idLAMONGAN – Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Sidomlangean, Kecamatan Kedungpring, menuai sorotan warga. Proyek yang dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp105 juta itu dinilai dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sorotan utama tertuju pada metode pemasangan strauss (pondasi bor). Berdasarkan informasi yang dihimpun, seharusnya pemasangan strauss dilakukan dengan pengeboran terlebih dahulu sebelum proses pengecoran agar pondasi tertanam kuat dan menyatu dengan struktur tanah. Namun di lapangan, proses tersebut diduga diabaikan.

Warga menyebut, setelah proyek rampung, bagian strauss tampak menggantung dan tidak tertanam secara maksimal. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terkait kekuatan struktur bangunan, terlebih TPT tersebut dibangun di area sungai aktif dengan arus air yang terus mengalir.

“Kalau pondasinya tidak kuat dan tidak sesuai teknis, sangat berisiko. Apalagi ini di pinggir sungai, arusnya cukup deras saat musim hujan. Bisa terkikis dan ambruk,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim Gelar Aksi Jemput Bola Penerbitan SKTL Gereja

Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa. Warga berharap ada evaluasi dan pemeriksaan dari pihak terkait guna memastikan pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis dan RAB.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomlangean, Harianto, saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp untuk dimintai konfirmasi, memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Warga pun menyayangkan sikap tersebut. Mereka menilai transparansi sangat penting, mengingat dana yang digunakan merupakan uang negara yang bersumber dari Dana Desa dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan teknis di lapangan agar bangunan TPT tersebut benar-benar aman dan tidak menimbulkan potensi kerugian di kemudian hari. (Red)

Follow WhatsApp Channel lenteranews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eksekusi Aset Ditangguhkan, Nasabah Jember Ajukan Gugatan terhadap Direksi BCA
Tempat Oleh-Oleh Suramadu Disalah Gunakan Transportir Biru Putih “Kencing Sembarangan” Hingga ada dugaan APH Setempat Kongkalikong Dengan Mafia BBM Subsidi Ilegal
Kapolres Bangkalan Ajak KWI Jatim Perkuat Kemitraan Hingga Kawal Kondusifitas Daerah
Produksi Kulit Lumpia Di Jombang, Diduga Menyalah Gunakan LPG Subsidi 3 Kg
Rahmat Muhajirin Dilaporkan Kuasa Hukum Subandi ke Polda Jatim
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim Gelar Aksi Jemput Bola Penerbitan SKTL Gereja
Kukuhkan Pengurus KONI Jatim, Marciano Norman Target Prestasi Nasional Meningkat
Kanit Regident Samsat Sidoarjo kota Permudah Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan, Hadir di Car Free Day (CFD) Samsat Keliling
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:33 WIB

Eksekusi Aset Ditangguhkan, Nasabah Jember Ajukan Gugatan terhadap Direksi BCA

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:45 WIB

Tempat Oleh-Oleh Suramadu Disalah Gunakan Transportir Biru Putih “Kencing Sembarangan” Hingga ada dugaan APH Setempat Kongkalikong Dengan Mafia BBM Subsidi Ilegal

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:42 WIB

Kapolres Bangkalan Ajak KWI Jatim Perkuat Kemitraan Hingga Kawal Kondusifitas Daerah

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:43 WIB

Produksi Kulit Lumpia Di Jombang, Diduga Menyalah Gunakan LPG Subsidi 3 Kg

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:13 WIB

Rahmat Muhajirin Dilaporkan Kuasa Hukum Subandi ke Polda Jatim

Hot News