*Ops Patuh Semeru 2026, Briptu Fatimah Edukasi Supeltas di Kepanjen
*
*MALANG*– lenteranews.id
Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Upaya preventif dan edukatif juga terus dilakukan Satlantas Polres Malang dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat yang memiliki peran dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Salah satunya dilakukan Briptu Fatimah dengan memberikan edukasi kepada para *Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas)* di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan tersebut, Briptu Fatimah memberikan pemahaman singkat mengenai teknis pengaturan lalu lintas yang aman dan benar. Selain itu, para Supeltas juga diberikan imbauan terkait keselamatan berkendara serta sejumlah sasaran yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.
Menurut Briptu Fatimah, keberadaan Supeltas memiliki peran penting dalam membantu kelancaran arus lalu lintas di lingkungan masyarakat. Karena itu, edukasi tidak hanya diberikan kepada pengendara, tetapi juga kepada kelompok masyarakat yang memiliki potensi dan keterlibatan langsung dalam bidang lalu lintas.
“Sesuai surat perintah Kapolres Malang dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2026, saya mendapat tugas preventif dengan memberikan edukasi kepada kelompok-kelompok atau komunitas hingga potensi masyarakat yang memiliki peran di bidang lalu lintas,” ujar Briptu Fatimah.
Ia berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus mendorong terciptanya pengaturan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
Sementara itu, *Kasat Lantas Polres Malang AKP M. Alief Chelvin* mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2026 telah memasuki hari ketujuh. Menurutnya, keberhasilan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri.
“Operasi Patuh sudah berjalan tujuh hari. Kami mohon bantuan dan peran serta seluruh masyarakat Kabupaten Malang untuk bersama-sama membantu kami menciptakan keamanan dan kenyamanan lalu lintas,” kata AKP M. Alief Chelvin.
Ia menambahkan, Operasi Patuh tidak semata-mata bertujuan untuk melakukan penindakan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Harapannya, dengan Operasi Patuh ini kita bisa membentuk budaya dan karakter pengendara. Selanjutnya mereka akan tertib karena kesadaran akan keselamatan dirinya sendiri, bukan karena ada petugas,” pungkasnya.
Melalui pendekatan preventif dan humanis tersebut, Satlantas Polres Malang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan, sejalan dengan semangat *Polisi Bersama Masyarakat*. (Nv)








